Saturday, 4 October 2014

makna nama meta winanto



Salam blogger semuanya… suntuk, bosan, boring, whatever apalah namanya :D. yupssss, itulah yang dirasakan anak kost saat gag ada kelas. Akan tetapi dalam situasi seperti itu  kadang malah bisa menimbulkan inspirasi yang cerdas atau mungkin bahkan norak (kaya’ saya..hahaha). Dan wangsit (dukun kaleee) kali ini yang mampir dalam otak saya adalah,, taraaaaa,,, jeng jeng joonngg jrreeennggg… apa sih arti sebenrnya dari nama saya META WINANTO. Dalam benak saya lalu terfikir perkataan seorang dosen dalam  pertemuan suatu mata kuliah di semester baru.
rekonstruksi ulang secara singkat waktu mulai dengan sebuah daftar hadir.. bla,, bla.. bla.. dan akhirnya tibalah gilliran nama saya yang dipanggil
Dosen “Meta Winanto”
Saya “hadir bu”. Tiba tiba tanpa sebab dosen tersebut bertanya lagi,
Dosen “ eh yaa mas, Meta itu artinya apa mas “
Denger pertanyaan itu ane mlongo aja kayak kambing ompong dan hanya senyam-senyum aja kaya abis keluar dari “karantina”.
Lalu dosen yang cantik itu bilang lagi “ apalah arti sebuah nama ya mas, tapi nama juga punya arti loh mas”
Nah menyikapi pernyataan dosen itu, benr juga yaa. Sampe segede ini saya gag tau arti nama saya (aduuhh pariah). Tambah parahnya lagi orang tua saya juga g tau apa makna dr nama ane. Karena yeng kasih nama dulu katanya si embah ..(ups curhat) dan yang nambahin parah lagi, si embah udah get out dari alam ini …( kasian tuh yah si parah) :D
Berhubung saya anak bahasa (tapi tetep anak kandung emak bapak)  maka jiwa hasrat untuk mengutak atik apa makna nama saya timbul. Maka dengan tegas, dengan percaya, dengan apalagi yaa…yah pokoknya itulah ..hahaha saya niatkan untuk mencari tahu apa sih arti nama saya. Hal ini saya lakukan bukan untuk apa-apa karena hanya sekedar pengen tahu aja. Jadi, jangan pada suudzon atau berbangga diri yah kalo kalian udah tau apa makna dari nama-nama kalian.
Oke dah langsung aja… weeezzzzzzhhhhh.. Di sini saya mengutak atik nama saya sendiri, di mana nama saya adalah META WINANTO. Dari nama itu saya rumuskan susunan yang akan menjadi acuan pemaknaan nama diri saya, yaitu Meta, Win, dan Anto. Entah setuju entah enggak yang penting itu acuannya (sedikit maksa) hahaha :D
  1. Makna dari kata META
Menurut g**gle translate yang ada pada andr**d saya kata Meta bermakna Tujuan. Kata tersebut lazim digunakan dalam berbagai Negara, antara lain : Spanyol, Portugis, Latin, dan Italia.
Dalam bahasa Indonesia versi KBBI Meta = me.ta [v kl] bermakna mabuk, mengamuk.. aarrgghhh, tolong jelaskan alasan mu menamakan meta wahai si embah ku… hahaha. Akan tetapi dalam versi lain yaitu DISINI Meta bermakna Tujuan Hidup. Yesss.. tapi kok khusus cewek, aahh yasudahlah…
Selain itu ada juga makna lain. Seperti DI SINI Meta berarti Mutiara .. wooww…(lagi2 khusus nama cewek) :’(. Lalu pada ARTIKATA kata Meta merupakan bentuk terikat dari metafisika, metafora, dan lain-lain.
Dan satu lagi yang bikin saya enggak ngeh sama sekali adalah makna Meta pada abang WIKI , Meta pada acuan tersebut bermakna elemen atau tag dalam bahasa pemrogaman HTML atau XHTML yang berfungsi sebagai penyampai informasi metadata dari sebuah halaman web. Huufftttt… pusing.
  1. Makna dari kata WIN
Semua orang juga tahu kalau kata Win berasal dari bahasa Inggris yang berarti Menang . So, gag usah panjang lebar kali tinggi untuk menjabarkannya … :D
  1. Makna dari kata ANTO
Masih menurut g**gle translate saya yang setia menemani saya ngobrol dengan orang asing. Kata Anto berasal dari bahasa jawa yang bermakna Kemajuan. Sedangkan menurut ARTINAMA Anto yang mempunyai jumlah huruf empat ini bermakna Patut Dipuji. Makna tersebut juga sama DI SINI.
Selain makna-makna di atas satu lagi makna dari Anto yang berbeda. Menurut DI SINI Anto bisa bermakna patut dipuji, sahabat setia ataupun sederhana.
Jadi berdasarkan penjabaran makna di atas, maka saya ambil kesimpulan (terbaik) :D bahwa makna dari nama META WINANTO adalah seseorang (saya) yang sederhana dan  memiliki tujuan hidup untuk maju dan menjadi pemenang :p
Nah demikian makna dari nama saya, suka tidak suka harus suka…hahaha, atau mungkin ada simpulan dari sobat blogger yang bisa buat saya besar kepala,hehe… Dan sekarang bagaimana dengan makna dari nama anda ?

Periodesasi sastra Indonesia


 
Salam sastra para sobat blogger. Setelah sibuk mempelajari sejarah awal mulanya sastra di Indonesia. Maka dalam artikel ini akan diulas dengan singkat padat dan jelas tentang periode peride sastra Indonesia menurut beberapa ahli… ahli sastra tentunya, dan tentunya dari materi yang didapat saat semester 3. Meskipun sampai semester akhir ini belum lulus-lulus :D (eeh, malah curhat..x_x )
Wookeeyy langsung saja ke pokok bahasan. Periode menurut Wellek via Pradopo adalah sebuah bagian waktu yang dikuasai oleh sesuatu sistem norma-norma sastra, standar-standar dan konvensi-konvensi sastra, yang kemunculannya, penyebarannya, keberagamannya, integrasi dan kelenyapannya dapat dirunut.
Dari penjelasan tersebut dapat dimngerti bahwa sebenarnya periode hanyalah pembagian waktu saja. Dan di bawah ini akan disajikan beberapa periode sastra menurut beberapa ahli . . . Chek this out ... (sambil ngopi)
Ø  Periodesisasi menurut Usman Effendi
1.      Kesusastraan Lama (…-1920)
2.      Kesusastraan Baru (1920 – 1945)
3.      Kesusastraan Modern (1945 – sekarang)
Ø  Periodesisasi menurut Zuber Usman
1.      Kesusastraan Lama
2.      Zaman Peralihan
3.      Kesusastraan Baru
Ø  Periodesisasi menurut Simorangkir-Simanjuntak
1.      Kesusastraan Masa Lama atau Purba
2.      Kesusastraan Hindu atau Arab
3.      Kesusastraan Masa Barru
4.      Kesusastraan Masa Mutakhir
Ø  Periodesisasi menurut H. B. Jassin
1.      Sastra Melayu Lama
2.      Sastra Indonesia Modern
a.       Angkatan 20
b.      Angkatan 33
c.       Angkatan 45
d.      Angkatan 66
Ø  Periodesisasi menurut Buyung Saleh
1.      Periode tahun 20-an
2.      Antara tahun 20-an – 1933
3.      Tahun 1933 – Meei 1942
4.      Mei 1942 – masa kini
Ø  Periodesisasi menurut Nugroho Notosusanto
1.      Sastra Melayu Lama
2.      Sastra Indonesia Modern
a.       Masa Kebangkitan (1920-1945)
1)      Periode 20
2)      Periode 33
3)      Periode 42
b.      Masa Perkembangan (1945-sekarang)
1)      Periode 45
2)      Periode 50
Ø  Periodesisasi menurut Ayip Rosidi
1.      Masa Kelahiran atau Kejadian (1900 – 1945)
a.       Awal abad XX – 1933
b.      1933 – 1942
c.       1942 – 1945
2.      Masa Perkembangan (1945 – sekarang)
a.       1945 – 1953
b.      1953 – 1961
c.       1961 – sekarang
Menurut Ayip Rosidi periode sehabis tahun 1945 dimulai tahun 1953 dan bukan tahun 1950. Karena pada than 1953 terbit majalah Kisah yang diikuti Prosa, Seni, Cerita, ruang kebudayaan “Genta” dalam majalah Merdeka.
Ø  Periodesisasi menurut J. S. Badudu
1.      Kesusastraan Lama dengan Angkatan Lama
a.       Kesusastraan Masa Purba
b.      Kesusastraan Hindu-Arab
2.      Kesusastraan Peralihan dengan Angkatan Peralihan
a.       Abdullan bil Abdulkadir Munsji
b.      Ankatan Balai Pustaka
3.      Kesusastraan Baru dengan Angkatan Baru
a.       Angkatan Pujangga Baru
b.      Amgkatan Modern (Angkatan 45)
c.       Angkatan Muda
Ø  Periodesisasi menurut Umar Junus
1.      Sastra Melayu
a.       Berdasarkan Pengaruh
1)      Tidak ada pengaruh asing
2)      Pengaruh Hindu
3)      Pengaruh dari Arab dan Persi
4)      Pengaruh peradaban barat :
a)      Abdullan bin abdulkadir Munsji
b)      Angkatan 1920
b.      Berdasarkan Periode
1)      Periode sebelum tahun 700
2)      Periode 700 – 1500
3)      Periode 1500 – 1800
4)      Periode 1800 – 1920
5)      Periode 1920 – 1928
2.      Sastra Indonesia
a.       Pra – Angkatan 33
b.      Angkatan 33 (Pujangga Baru)
c.       Angkatan 45
Ø  Periodesisasi menurut Rahmad Joko Pradopo
1.      Periode Balai Pustaka (1920 – 1940)
2.      Periode Pujangga Baru (1930 – 1945)
3.      Periode Angkatan 45 (1940 – 1955)
4.      Periode Angkatan 50 (1950 – 1970)
5.      Periode 70 (1965 – 1984)
Ø  Periodesisasi menurut Azis Safiudin
1.      Kesusastraan ama sampai 1800
a.       Kesusastraan Purba (kes. Tertua)
b.      Kesusastraan Kuno (ke. Hindu-Arab)
2.      Kesusastraan Peralihan atau masa Abdullan 1800
3.      Masa Baru, mulai abad 20 sampai kini
a.       Masa Balai Pustaka
b.      Masa Pujangga Baru
c.       Masa Chairil Anwar/Masa Angkatan 45
Ø  Periodesisasi menurut Sabaruddin Ahmad
1.      Kesusastraan Lama
2.      Kesusastraan Baru
Ø  Periodesisasi menurut B. Suparno
1.      Kesusastraan Lama sampai 1900
2.      Kesusastraan Baru 1900- …
Ø  Periodesisasi menurut Nursinah Suparno
1.      Kesusastraan Kuno
2.      Kesusastraan Baru

Pada penjabaran di atas tampak bahwa periode hanya mencakup perihal angkatan, karya sastra, dan segala kejadian yang terjadi dalam kurun waktu masa itu. Periode sastra Indonesia sampai saat ini belum ada kesepakatan yang jelas secara bersama. Dan tampaknya kesepakatan tersebut tidak akan pernah tercapai.
Akan tetapi, periodesasi yang menurut saya paling mnyakinkan diantara periodesasi yang lain adalah pembagian periode menurut Rahmad Joko Pradopo. Kenapa…? Why…? (weidjan) :D. menurut saya periode yang disajikan Pradopo mengangkat periodesasi dengan melihat gejala peristiwa sastra (tahun munculnya angkatan) sebagai sesuatu yang tumpang tindih. Itu menurut saya loh, jadi jangan diprotes… hahaha… Bagaimana menurut anda ?
Nah, finally akhirnya selesai juga artikel periodesassi sastra Indonesia.dan maaf jika tulisannya semrawut soalnya masih nubih (imut-amit) hhehe.. Silahkan berkomentar, saran, kritik ataupun apalah yang penting laris…hahaha… dan tolong cantumkan link jika tulisan ini menjadi reverensi tulisan anda.. (biar terkenal dikit sob… xixi).


Sunday, 22 September 2013

sejarah sastra


Dalam bahasa arab, sejarah berasal dari syajarah yang berarti pohon. Satu istilah yang sering dipakai dalam pengertian itu adalah salasilah atau silsilah. Silsilah merupakan daftar keturunan. Sejarah dalam pandangan ini berbeda dengan sejarah pandangan barat. Dalam pandangan barat, sejarah berarti masa lampau.
Sejarah bermakna segala peristiwa yang terjadi pada waktu yang sudah berlalu. Pengertian waktu dapat mencakup abad, dekade, tahun, bulan, hari, jam, bahkan ke detik. Jadi, detik yang baru saja dilalui seharusnyalah, dan memang benar, merupakan bagian dari sejarah.
Menurut Gottschalk (1983: 27) history (Inggris) berasal dari istoria (Yunani). Istoria berarti telaah tentang gejala alam semesta baik secara kronologis maupun yang non-kronologis. Umumnya sebutan untuk definisi tersebut dalam bahasa Inggris disebut Natural HistoryHistory (Inggris) memiliki arti masa lampau umat manusia. Telaah yang sama dalam bahasa Jerman disebut geschisthe. Geschisthe berasal dari geschehen yang berarti terjadi (telah terjadi).
Sejarah sastra Indonesia meliputi kurun waktu (dengan segala peristiwa) yang berkaitan dengan sastra Indonesia. Peristiwa dalam sejarah dapat menyangkut teks/karya, pengarang, kritikus, dan peristiwa itu sendiri. Termasuk juga perihal majalah ataupun surat kabar yang berkaitan dengan peristiwa sastra.
Sejarah sastra Indonesia memiliki beberapa versi atau pendapat tentang kapan sebenarnya kasusastraan di Indonesia dimulai. Berikut adalah beberapa pendapat tentang kapan kasustraan Indonesia lahir.
1. Mulai tahun 1908, oleh Nugroho Notosusanto,
2. Mulai tahun 1920, oleh Winstedt (melalui Teeuw, 1980: 15),
3. Mulai tahun 1928, oleh Umar Junus,
4. Mulai tahun 1945, oleh Slametmulyana.
Dikatakan mulai tahun 1908 karena pada tahun-tahun itu ide kebangsaan telah ada. Rasa nasionalisme merupakan dasar Nugroho Notosusanto dalam menentukan kelahiran sastra Indonesia.
Tonggak tahun 1920 menurut Teeuw (1980: 16) karena pada tahun tersebut pertama kali kasusastraan ditulis dengan bahasa Indonesia. Sedangkan menurut umar junus pada tahun 1928, karena pada saat itu diikrarkan Sumpah Pemuda. Slametmulyana berpendapat bahwa tonggak sejarah sastra di Indonesia dimulai sekitar tahun 1945
Penerimaan tentang kapan kasusastraan Indonesia lahir tentu saja harus diimbangi dengan segala konsekuensinya.. Secara garis besar atau umum tampaknya ada semacam kesamaan pendapat bahwa kasusastraan Indonesia lahir berkisar tahun 1908, 1920, dan 1928.
Nah demikian para kawula sastra, mengenai sejarah lahirnya ssastra di Indonesia. Jika ada yang kurang ataupun salah, penulis mohon maaph . .kritik ane terima dengan ikhlas. Dan semoga coretan ini bermanfaat bagi perkembangan dunia satra Indonesia.